Family Project ~ Bunda Sayang level 3
Rumah Elok dengan Metode 5S
Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke
by Siti Munawaroh on 25 March 2017, day #2
Terinspirasi dari buku Bunda Cekatan IIP, untuk mewujudkan Family Project Kami, akan menggunakan konsep Rumah Elok dengan metode 5S : Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke. Konsep 5 S ini digagas oleh orang Jepang yang bernama Osada Takashi & Hiroyuki Hirano. Dalam Bahasa Indonesia, diterjemahkan menjadi 5R : Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin.
Beberapa teknik dari Jepang juga menarik untuk dipraktikkan, salah satunya teknik beberes rumah dengan metode Konmari, yang digagas oleh Maria Kondo. Menurut informasi yang saya dapatkan dari Blog Bu Septi Peni (Padepokan Margosari): Perbedaan seni beberes KonMari dari metode berbenah lainnya adalah cara memulai dan memilah barang. Jika dalam seni berbenah yang lain, kita disarankan untuk berbenah sedikit demi sedikit, maka KonMari menegaskan untuk berbenah sekaligus. Kemudian pilih barang bukan karena fungsinya atau bagus tidaknya melainkan yang paling utama adalah karena barang tersebut membangkitkan kegembiraan.
THIS WEEK’S
TOP STORIES
Project 1 : Sewing Corner & Mini Library
Salah satu hal yang membuat kami Bahagia adalah dapat menyalurkan Hobby & passion kami. Karena itu, Family Project Kali ini kami prioritaskan untuk menata rumah elok dengan segala hal yang membuat kami Bahagia. Kami coba adopsi teknik Beberes dengan metode Konmari. Dimulai dari kesukaan saya : menjahit & mempelajari banyak hal melalui buku, maka hal pertama yg kami lakukan adalah merapikan Sewing Corner & Mini Library.
Beberapa Buku yg masih menarik perhatian saya & bisa membangkitkan kegembiraan, saya kumpulkan kembali & kemudian saya sortir, saya pisahkan sesuai jenisnya. Diantara Jenis Buku yang menarik perhatian saya saya kelompokkan menjadi 5 jenis yaitu :
- Buku Religi (Agama)
- Buku Parenting
- Buku Motivasi Hidup
- Buku Novel
- Buku Referensi Kerja
- Buku Populer
- Buku tentang Hobby : Cooking, Craft, Gardening
Karena Tangga yg sempit, Perlu Usaha sedikit keras untuk memindahkan rak buku kami ke lantai 2 Rumah, supaya berdekatan dengan Sewing Corner, sehingga saya bisa memanfaatkannya sekaligus untuk “me time”.
Kami bergotong royong menyelesaikan Project ini & Ayman pun ikut serta berkontribusi dengan menemani sambil bermain & memilah bukunya karena dia punya mini Library sendiri di lantai bawah. Dengan aktivitas ini, juga mengasah kemandirian & kepekaan Ayman untuk “tanggap ing sasmito” & dia merekam jerih payah orang tuanya dalam membuat suasana Rumah lebih menyenangkan. Ayman pun banyak Bertanya, sehingga saya sekaligus mengasah komunikasi produktif seputar pertanyaanya. Kami ingin Menanamkan gairah suka membaca & gairah hidup produktif sedari kecil, dengan melibatkan dia dalam aktifitas Family Project ini.
Project 2 : Dapur Ceria dengan Homemade Nuggets
Tak hanya dalam menata Rumah saja dengan konsep prioritas ‘barang yang membangkitkan kegembiraan’,. untuk urusan makan pun kami selalu menanyakan kepada Ayman anak kami tentang makanan apa yang ingin dia makan. Ayman akan Lahab makan jika dia makan masakan yang dia inginkan, apalagi terlibat saat pembuatannya. Dan kebetulan dia sedang ingin makan dengan lauk Nugget.
Maka project kami selanjutnya adalah Membuat Homemade Nuggets daging sapi. Saya menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di Kulkas saja, daging giling, tepung terigu, telor, tepung panko & Bumbu-bumbu dapur. Ayman suka & sudah biasa bantu-bantu saya saat berkreasi di dapur ceria kami. Dan dia pun memilih sendiri cetakan Nugget sesuai keinginan & Stock cetakan yang tersedia.
Membuat Homemade Nugget tidaklah susah & hanya perlu waktu sebentar. Jika kita bisa buat Nugget sendiri, insyaAlloh lebih sehat, karena kita bisa memilih bahan yg kualitasnya bagus, & terhindar dari bahan yang mengandung MSG & pengawet. Ayman sering saya libatkan bantu memasak, supaya dia mengenali & mengasah sense, rasa & bau dari bumbu2 yang digunakan. Selain itu dia juga Belajar mandiri & berproses, bahwa “untuk mendapatkan sesuatu harus melakukan sesuatu pula”. Kelak, jika dia sudah memasuki Aqil Baligh, kami ingin anak kami punya daya juang yang bagus, sehingga hidupnya tidak jadi beban keluarga & masyarakat.
Rumahku Syurgaku