Jumat, 26 Oktober 2018

Family Project Day #13

Family Project ~ Bunda Sayang level 3

Belajar Adab, Hafalan Doa & Baca buku sebelum tidur!

Bermain Karpet “Ular Tangga” Muslim dan Belajar dengan Buku.
by Siti Munawaroh on 8 April 2017, day #13
Dunia anak adalah dunia bermain. Bermain dengan stimulasi yang dapat merangsang tumbuh kembang anak secara optimal, tepat pada kompetensi diusianya. Family Project hari ini, saya mengajak Ayman untuk bermain dengan karpet ular tangga muslim. Karpet ini kami bentangkan di ruang keluarga yang serba guna. Kami sering main bersama dengan permainan ini, dan ayman sangat antusias lompat-lompat sambil belajar berhitung, menghafal doa, dan adab. Saya memberikan hadiah berupa Keju slice jika sampai pada titik Final paling cepat dan dapat menjawab semua games yang disediakan di kotak-kotaknya.
Benefit lain yg di dapat dari bermain KARPET ULAR TANGGA MUSLIM:
1. Mengalihkan anak dari gadget
2. Anak bermain sambil belajar dengan happy
3. Stimulasi otot kaki dan aktif bergerak
4. Memahami konsep konsekwensi
5. Sarana sosialisasi dengan teman
6. Mempererat hubungan orang tua dan anak
7. Membentuk karakter anak sholeh tanpa harus ceramah panjang lebar
THIS WEEK’S
TOP STORIES

Membaca Buku sebelum Tidur

Setelah bermain dengan karpet ular tangga, ayman saya ajak buat project dengan membaca buku sebelum tidur. Karena belum bisa membaca, saya fasilitasi dengan buku yang dilengkapi dengan reading pen. Dia pun bisa menjawab rasa ingin tahunya yang besar, dengan menggunakan pena itu jika saya sedang tidak di rumah. Bibik sang pengasuh Ayman karena faktor usia tidak bisa membacakan tulisan yang kecil-kecil, sehingga Beliau pun tidak saya paksa untuk membacakan buku-buku Ayman.
Ayman selalu memilih sendiri buku apa yang diminta dibacakan oleh saya, dia mengambil sendiri buku-buku dari rak mini librarynya. Terkadang saya kaitkan dengan kejadian dalam sehari-hari, sehingga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanya yang Wow dan ajaib. Saya juga meletakkan sebagian buku di dekat tempat tidur, terutama buku tentang doa-doa & buku shiroh nabawiyah, supaya dia tertarik untuk minta dibacakan sebelum tidur.  
Dia sangat semangat untuk dibacakan, meski kami kadang terlalu lelah setelah pulang bekerja karena kemacetan yang melanda ibukota Jakarta. Dalam keadaan terkantuk-kantuk, untungnya Ayahnya mau gantian membacakan buku untuk Ayman. Konon, untuk merangsang anak supaya bisa membaca adalah dengan sering membacakan buku, bukan dengan menggegas dia supaya bisa membaca pada usia dini yang belum bisa berfikir abstrak. Maka, kami harapkan stimulasi dengan project membaca buku sebelum tidur ini, jadi modal untuk Ayman supaya menjadi anak yang keranjingan membaca buku.

Rumahku Syurgaku

Family Project Day #12

FamilyProject ~ Bunda Sayang level 3

Pasang Telinganya,& Nikmati Keheningan pagi

Asah Sensory, Asah psikomotorik halus & Afektif & Kognitif

by SitiMunawaroh on 7 April 2017, day #12

Belajar Mendengarkan Simponi Alam

Keheningan & Ketenangan Pagi hari menjelang Shubuh itu sangat Syahdu. Ditambah suara bacaan Tahrim dari Musholla & Masjid dekat rumah, rasanya makin Membuat saya terpekur dalam ketenangan jiwa. Telinga saya sudah terbiasa mendengar Tahrim sedari kecil karena rumah kami di kampung halaman juga dekat dengan masjid & sangat kental dengan Tradisi membangunkan umat Islam melalui bacaan Tahrim, mulai dari 15-30 menit sebelum Adzan Shubuh berkumandang.
Saya mendapatkan ilmu tentang treatment Indera pendengaran pada organ telinga anak saat usia 0-6 tahun, dimana Absorbent Mind nya sedang tumbuh Optimal. Menurut pakar Islamic montessori, Bu Nur Chasanah,. Anak-anak yang terbiasa diajak untuk merasakan Keheningan & ketenangan dipagi hari, saat sebelum Fajar menyingsing, dia akan terlatih untuk mempunyai kepekaan telinga yang bagus & mudah mendapatkan intuisi, kelak saat dia dewasa nanti.
Ayman, anak kami pun ingin saya treatment untuk mengasah kepekaan dalam keheningan & ketenangan dipagi hari. Pagi ini dia bangun sebelum Shubuh, lantas dia ikut kami jamaah di Musholla depan rumah. Saat kami buka pintu, udara pagi yg segar menembus pintu rumah kami, saya pun berseru, Hhhmmm, Sejuk sekali ya, coba rasakan udara pagi-pagi begini. Diapun mengangguk saja karena masih mengantuk. Diiringi suara kicauan burung memecah Keheningan pagi, kami berjalan ke Musholla. Usai Sholat Shubuh, setelah sampai di rumah kembali, Ayman Langsung minta dibuatkan tèh manis hangat seperti biasa. Saya belum bisa langsung mengajak dia untuk diam duduk di bangku balai2 teras rumah sambil hirup udara pagi, karena dia kalau sudah punya keinginan yg lain, tidak bisa fokus lama.
Sambil minum teh, saya ajak untuk mendengar suara binatang Pagi hari, kebetulan tetangga sebelah rumah memelihara Ayam Jantan & burung Nuri. Pintu pun dibuka lebar2 sehingga udara jadi sejuk. Ayman malah sibuk menuang susu UHT cair kedalam cangkir teh dia & kopi saya. Dia sudah lumayan mahir mentransfer benda cair, hanya tumpah sedikit saja, sembari berujar “Aku sisain 1 kotak susu ini untuk Bunda lho.. biar Bunda bisa minum kopi susu. Jadi mulai sekarang Bunda tidak usah beli-beli kopi di warung ya, karena aku sudah buatin untuk Bunda!” duh, so Sweet banget..
Alhamdulillah, dia menunjukkan rasa sayang & perhatian yang luar biasa. Mudah-mudahan ini jadi modal dia untuk selalu “tanggap ing sasmito” dengan orang lain.
THIS WEEK’S
TOP STORIES

Menggunting Tempel & merangkai Lego

Sejak ada komitmen untuk mensukseskan Family Project ini, selepas Maghrib hanya ada kegiatan riil yang dilakukan orang seisi rumah. Gadget Free on Prime Time, kecuali untuk foto saja. Maka Ayah Ayman menyiapkan majalah Mombi untuk Praktik Gunting Tempel & membiarkan Ayman memilih mainan lain jika sudah selesai mengerjakan praktiknya.
Untuk acara gunting menggunting, Ayman dalam pengawasan saya, & Bibik juga membantu merapikan hasil guntingan Ayman. Kemudian Ayman menempel sendiri sesuai dengan bagian yang harus ditempel. Dia sekaligus Belajar lagi tentang bentuk & warna-warni. Dia juga asah motorik halus, karena jari-jari ya harus bisa menempel guntingan bentuk pada bidang dengan tepat.
Tantangan selanjutnya adalah merakit mainan lego kesayangan Ayman. Dia memang senang mengotak atik mainan. Mainan lego dia punya jg, meskipun rumit, dia bisa mengganti-ganti jenis kendaraan dengan kreasi ya sendiri. Tentu saja ranah kognitif juga terasah dengan kreatif berpikir.

Rumahku Syurgaku

Family Project Day #11

Family Project ~  Bunda Sayang level 3

Bermain, Belajar & Beberes Bersama

Asah kebersamaan, Asah kepedulian, Asah Kemandirian.
by Siti Munawaroh on 6 April 2017, Day #11

Ayuk, Bikin Burger Sendiri!

Sepulang saya kerja sore ini, Ayman langsung menagih untuk bikin Project Burger seperti yang sudah kita rencanakan kemaren. Selepas sholat maghrib, kami mulai beraksi mempersiapkan semua bahan yang diperlukan: Roti Bun, daging burger (dari homemade nugget sapi yan sudah digoreng), bawang bombay, ketimun dan Keju Cheddar Slice. Kami tidak menggunakan mayones karena stock yang dirumah ternyata sudah tidak layak dipakai, akhirnya pakai krim custard yang kebetulan ada.
Kebetulan ada teman main Ayman, anak tetangga yang usianya sebaya dengan dia, main ke rumah kami selepas maghrib, bernama Tirta. Tirta mengamati cara ayman membuat burger step by step, sambil mendengarkan Ayman menjelaskan bahan-bahan yang dia masukkan ke dalam irisan roti Bun. “Tirta, kenapa kamu gak suka burger, ini enak lho,. Ada kejunya, ketimun, daging juga. Ayo, dimakan”.. Seru Ayman. Tapi Tirta tak bergeming. Hehe..
Dari project ini Ayman bisa belajar sensory lidah tentang rasa makanan & skaligus bentuk makanan, juga sensory penciuman engan wangi bahan-bahan ng berbeda-beda. Saya juga takjub dengan mengamati cara dia menerangkan “how to make burger” kepada Tirta. Dia juga belajar tentang higinitas tangan sebelum memegang bahan makanan, sehingga harus cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu.
THIS WEEK’S
TOP STORIES

Ayuk, bereskan sendiri Mainanmu!

Sehabis makan Burger, Tirta mengajak untuk bermain bersama. Rupanya mereka sudah janjian untuk main bersama sore ini. Karena Ayah Ayman ada acara di rumah keluarga Temannya, mengaji sore ini, maka project dengan “bereskan mainan sendiri”. Mereka pun kami ijinkan untuk menggelar mainan kesukaan mereka di ruang keluarga. Namun sebelumnya ada perjanjian bahwa setelah bermain harus bersedia untuk merapikan kembli dan menyimpan mainan di tempat semula, juga durasi bermain tidak lebih dari jam 8 malam.
Saat mereka bermain, saya mengamati banyak hal. Tentang bagaimana mereka latihan bekerjasama dalam satu tim, merangkai rel kereta shinkansen dengan kreasi & imajinasi masing-masing. Kadang-kadang Ayman yang memimpin, kadang-kadang Tirta yang dominan mengatur. Selesai bermain, mereka melaksanakan tugasnya untuk membereskan mainan mereka ke dalam kantong yang sudah disediakan dan mengembalikan ke container tempat mainan disimpan dengan rapi. Saya senang melihat mereka  menyelesaikan tugas bersama. Dari project ini mereka belajar tentang tenggang rasa, kepeminpinan, manajemen waktu, kebersihan & kerapian, berbagi tanpa kelahi, dan imajinasi serta kreativitas berpikir.

Rumahku Syurgaku

Family Project Day #10

Family Project ~ Kelas Bunda Sayang  Level 3

Homemade  Pizza & Iqra’

Fun Cooking, Fun Sensing, & Fun Learning
by Siti Munawaroh on 5 April 2017, day #10

Pizza Yang Yummy..

Dari semua Roti yang sering dibuat di rumah kami, Ayman paling suka Roti Pizza. Dia selalu mengklaim pizza buatan dia pasti enak. Saya pun mengapresiasi hasil kerja & daya juangnya dengan pujian & ekspresi yang berbinar-binar.
Pagi ini Ayman ingin sarapan dengan Roti Pizza, karena sedang bosan makan nasi. Saya menyediakan semua bahan & toping sesuai Stock yang ada di rumah. Ternyata ada 2 bahan yang tidak ada di kulkas: bawang Bombay & sosis daging. Akhirnya dia saya minta belanja dulu di warung ditemani Bibik. Saya biasakan untuk membuat Appointment Dulu sebelum ke warung, supaya dia tidak tergoda beli jajanan yang tidak sehat & tidak tantrum Saat keinginannya tidak dipenuhi. Dia sendiri yang memutuskan untuk membeli Sosis, bawang Bombay & Jajan Susu UHT rasa Coklat. Saya kasih kepercayaan kepada dia untuk menepati Rencana Belanjanya, & ternyata dia pulang juga hanya membeli ketiganya.
Akhirnya dimulailah Project Membuat Roti Pizza ala Ayman. Kami pakai Stock dough Yang sudah saya siapkan &  Campuran saus Barbeque supaya lebih enak, tidak asam & tidak pedas. Toping pizza dengan potongan ikan tuna matang, sosis ayam & bawang Bombay iris. Saat menaburkan toping, sesekali Ayman mencicipi saus, “Hmmm.. enak deh, rasanya udah pas, (gak keasinan) Bunda!” & Yang bikin saya senang, saat dia makan irisan Bombay mentah & Bilang, ini juga enak lho, rasanya manis!. Padahal saya gak terlalu suka Bombay mentah. Dia juga makan keju dengan Lahab, bahkan bisa jadi yang dia makan lebih banyak dari yang dia taburkan. Hehe.. pokoknya rasanya jadi campursari deh, kalau Ayman yang masak.
Saya berpikir ini treatment Yang bagus buat dia melatih sensory alat peraba karena dia suka pegang tekstur adonan.Juga sensory lidahnya, supaya terbiasa makan rasa asli makanan & sehingga kelak dia dewasa saat terdampar di belahan bumi manapun dia bisa makan apa saja. Karena itu juga saya ajarkan dia untuk bisa makan segala jenis karbohidrat pengganti nasi, biar terbiasa kenyang walau tak bisa makan nasi dalam kondisi tertentu.
Aktifitas ini juga mengasah Sensory penciuman dia, harum rempah oregano & bumbu herba Yang bercampur dengan saus toping pizza Membuat Ayman seneng berkali-kali mencium wangi masakannya. Ada rasa puas yang saya lihat di matanya yang berbinar-binar, sambil berkata, “Hhhmmm.. pasti enak neh.. Sedap sekali wanginya Bunda!” & Hap! Yummy.. potongan demi potongan roti masuk kedalam mulutnya.
THIS WEEK’S
TOP STORIES

IQRA’ Huruf Hijaiyah dengan Fun Learning

Family Project Kami Setiap sore pasca Sholat Maghrib adalah Gadget Free on Prime Time. Kami sedang berupaya untuk mengalihkan Ayman dari gadget addicted dengan aktifitas belajar & bermain yang menyenangkan. Salah satunya dengan mengajak dia mengaji setiap sore hari. Kemaren lalu sudah dilakukan Fun learning Iqra’ dengan Flash Card Abata & games Pangeran Istana Donat nya. Kali ini Ayah Ayman mencoba untuk mengajak Belajar Iqra’ dengan Buku yang sepaket dengan Flash Card Abata.
Buku ini menarik, karena penuh warna warni ceria dibanding dengan buku metode Belajar Iqra’ lainnya yang umumnya hanya hitam putih. Setiap bisa membaca satu Loop, Anak Akan dapat hadiah gambar Donat rasa tertentu. Dari Loop satu ke Loop Yang lain Ada variasi Huruf yang dibaca dengan kemampuan yang bertingkat.
Anak seusia Ayman, absorbent mindnya sedang bagus-bagusnya dalam otaknya. Sehingga sangat mudah untuk ditreatment ranah kognitifnya dengan Belajar mengaji. Hal ini juga untuk mengasah organ of Speech Anak, karena bahasa Arab itu unik. Setiap huruf ada tempat makhrojul huruf dari organ mulut & lidah serta langit-langit mulut yang beragam bunyinya. Menurut pakar Parenting, anak-anak Yang dibiasakan mengucapkan Huruf Hijaiyah dengan benar, & membaca doa dengan bahasa Arab dengan benar, kelak dia akan terlatih mempunyai kemampuan sebagai poliglot, yakni orang yang mampu berbahasa asing multi language Dengan fasih.
Perlu kesabaran membimbing anak kecil untuk bisa konsèntrasi Belajar mengaji. Meskipun Ayah Ayman berprofesi sebagai Guru di ranah Pedagogy, namun mengajar anak sendiri ternyata lebih sulit dibandingkan mengajar anak orang lain. Apalagi konsèntrasi anak Balita tak bisa lama, jadi kami harus pandai-pandai membuat Fun Learning dengan berbagai media alternative Yang menarik & tidak membosankan.

Rumahku Syurgaku

Family Project Day #9

Family Project ~ Bunda Sayang level 3

Donat Kentang & Puding yang Manis

Dapur Ceria di Pagi & Sore Hari, Berbagi dengan yang Manis
by Siti Munawaroh on 4 April 2017, Day #9
Sesuai dengan rencana kemaren, pagi ini Ayman mengajak bikin Donat. Dengan Stock kentang & bahan2 yang ada, pagi-pagi kami membuat Donat sejak waktu Shubuh. Donat kentang jadi pilihan karena rasanya lebih enak & empuk. Cara membuatnya pun tidak susah, karena kami punya cetakan donat yang mudah digunakan. Dari jam 4 pagi saya Bangun Langsung buat adonan & Donat Kentang pun akhirnya jadi, tepat sebelum jam 6 pagi & buat Cemilan minum teh di pagi hari.
Pas banget, kebetulan karena ini hari Selasa, Ayman musti membawa bekal Bentou untuk makan di Sekolah bersama teman-temannya. Dia pun membawa 4 Donat Besar yang akan diambil bagikan untuk teman sekelas nya yang berjumlah 4 anak Play Group. Berbagi yang manis,. Donat lembut bertabur gula putih halus ini sangat disukai anak-anak. & Kalimat Ayman yang selalu menyejukkan kami adalah “aku kan mau berbagi, berbagi itu menyenangkan”.
THIS WEEK’S
TOP STORIES

Puding Strawberry Manis

Sore hari saat saya pulang kerja, tiba-tiba Ayman kasih ide untuk bikin Project lagi. Kali ini dia mengajak bikin Puding yang manis. Diantara Stock Bahan puding yang ada, dia memilih Puding Rasa Strawberry dengan susu.
Saya biasakan Ayman untuk mengajaknya memulai sesuatu dengan membaca petunjuk cara membuatnya, yang terdapat di bagian belakang kemasan. Dia sendiri yang mencampur dan mengaduk-asuk bahan puding ketika masih mentah di panci. Namun ketika panci dipanaskan di kompor, dia hanya boleh melihat prosesnya dari jauh, karena cairan yang panas akan berbahaya untuk anak kecil. Bibik, panggilan ART Kami Yang telaten membantu & sekaligus menjawab pertanyaan Ayman saat memasak di Dapur. Saya sengaja tidak mengintervensi, dengan mengamati mereka, saya jadi tahu bagaimana Bibik sehari-hari menjaga Ayman di rumah saat Ayah Bundanya kerja. Alhamdulillah, sejauh ini Bibik pun bisa menjawab semua pertanyaan Ayman dengan logis & tidak mengarang jawaban atau menakut-nakuti yang bikin anak trauma.
Ayman pun dengan sigap membantu Bibik, mengambil cetakan cup puding & memisahkan satu persatu diatas nampan. Dari aktifitas ini dia juga Belajar berhitung, bersabar menunggu proses puding panas yg cair menjadi dingin & padat, juga Transfer benda cair & asah sensory Rasa buah & rasa manis. Dia pun tahu, kalau 1 kemasan Puding bisa untuk 10 Cup dan dia merencanakan untuk membawa 4 Cup ke Sekolahnya. “Ini untuk Ardo, Nafisa, Key & Aku!” Seperti biasa, dia selalu bilang, “aku kan suka Berbagi Bunda,. Berbagi itu menyenangkan yak”?

Rumahku Syurgaku

Family Project Day #8

Family Project ~ Bunda Sayang level 3

Belajar membaca huruf Hijaiyah!

Flash Card Abaca & Games Istana Pangeran Donat
by Siti Munawaroh on 3 April 2017
Ayman dulunya rajin mengaji dengan Ayahnya setiap habis Maghrib. Namun sekarang dia agak susah untuk diajak mengaji dengan buku Iqra’ atau dengan buku metode Ummi. Adaa.. aja alasannya yang cenderung suka bermain-bermain dengan mainan kesukaannya atau berlarian & lompat2, sambil menonton TV. Akhirnya kami sepakat untuk mematikan TV & mengabaikan Gadget Selama waktu habis Maghrib sampai Jam tidur malam.
Awalnya Ayman protes sambil merengek-rengek, bahkan menangis minta dinyalakan TV. Namun kami terus memberi beberapa pertanyaan sehingga akhirnya dia memutuskan sendiri untuk main sambil Belajar dengan Média FlashCard huruf Hijaiyah & Games Pangeran Istana Donat. Semua kartu dia jembreng & diurutkan sesuai huruf Hijaiyah. Sebenarnya cara mainnya tidak begitu, tapi kami biarkan saja dia dengan cara dia sendiri. Hehe.. yang penting dia Happy aja.
Kami coba ikuti alur berpikir Ayman, dan akhirnya kami juga menemukan pola untuk mengajak dia Belajar sambil bermain tebak-tebakan huruf Hijaiyah. Ada juga Games Istana Pangeran Donat yang bisa dimainkan 3 orang. Ternyata lebih seru main Games itu, jadi ada tantangan untuk bisa baca huruf Hijaiyah & dibetulkan oleh Ayahnya sesuai dengan makhrojul hurufnya. Ayman pun senang & bersemangat main dengan Ayahnya, meski saya menemani sambil terkantuk kantuk.
Dari treatment ini, dia Belajar banyak hal. Diantaranya adalah fun learning huruf Hijaiyah dengan warna-warni sehingga otak kanan & kirinya bisa seimbang & jangkar memorinya mungkin lebih kuat. Dia juga bisa sambil Belajar berhitung dengan lompatan angka dari Games Pangeran Donat menuju Istana Donat. Saking Terinspirasi dari Games ini, Ayman Langsung berkata 'Bunda, besok kita bikin Donat ya’ yang kayak di gambar ini. Ok, baiklah.. Project selanjutnya adalah Membuat Donat yang Yummy..

Rumahku Syurgaku

Kamis, 25 Oktober 2018

Family Project Day # 7

Family Project ~ Bunda Sayang Level 3

House keeping & Montessori

Rapikan Tempat Tidur, Rasakan Kenyamanan sambil Belajar metode Montessori.
by Siti Munawaroh on 2 April 2017, Day #7
Hari Ahad yang Cerah. Saat Bangun pagi2 terdengar suara Ayam tetangga yang berkokok, juga nyanyian Burung yang merdu memecah kesunyian. Hidup di kampung pinggiran Jakarta yang minim ruang terbuka hijau, namun kami tiap pagi bisa hirup tabung oksigen alami di teras rumah, meski hanya ada beberapa pot tanaman hijau.
Semestinya hari ini kami akan mengerjakan 2 Family Project, namun karena ada anak tetangga datang minta diajarin menjahit apron, akhirnya setengah hari sudah habis untuk Sharing & Mentoring Cara Menjahit Apron Yang membangkitkan gairah memasak di dapur.
THIS WEEK’S
TOP STORIES
Family Project yang Kami lakukan hari ini adalah membereskan tempat tidur. Ayman senang memasang spreinya sendiri, mencium kain dengan wangi deterjen atau pewangi pakaian. Dari aktifitas ini, kami melatih sensory melalui organ hidungnya. Dia bisa membedakan mana kain (sarung bantal, sprei, selimut dll) yang sudah kotor & bau karena lama belum dicuci, juga kain yang baru dicuci & harum. & Tentu saja dia bisa merasakan bagian yang Bersih & Kotor.
Selain itu, Ayman bisa merasakan jenis-jenis kain lewat sensory alat peraba di ujung jarinya, sehingga bisa bedakan mana jenis kain yang halus, lembut, kasar, dll. Selain itu dengan bentuk aneka bantal guling, dia juga bisa menebak bentuk & warna yg terdapat pada sprei & sarung bantal.
Saat melihat gambar tagar (#) di sarung bantal besar, Ayman Langsung nyeletuk, Bunda, ini kog gambarnya sama dengan yang di Handphone kalau kita mau telepon ya? Wah, ternyata jangkar memory Ayman sudah banyak menyimpan memori sehingga sering dianggep membandingkan benda , gambar, kejadian satu dengan yang lainnya. Untuk aspek kognitif, percepatan Belajar nya lumayan Quick Learning.

Rumahku Syurgaku