Kamis, 25 Oktober 2018

Family Project Day #5

Family Project ~ Bunda Sayang Level 3

Pop Corn & Learning Together

Asah Kemandirian, Bangkitkan Gairah Hidup Produktif
Popcorn 1.png
by Siti Munawaroh on 28 March 2017, day # 5
Libur Nyepi di hari Selasa, Ayah Bunda tidak bekerja, saatnya menghangatkan kebersamaan keluarga sambil mengerjakan Family Project di rumah. Ayman pun punya ide untuk membuat project bikin pop corn sendiri. Kebetulan di rumah ada stock bahan mentah popcorn dari jagung yang sudah dicampur dengan margarin dalam satu kemasan yang praktis. Karena dia pernah melihat Bundanya membuat Pop corn, Ayman bersikukuh untuk membuat pop corn sendiri, meski kami dampingi saat di dapur karena berdekatan dengan api di kompor. Saya bacakan manual cara membuat dari bungkus bahan pop corn nya, tapi dia bilang “Aku sudah tahu, Bunda, gampang kog Bikinnya, kan aku udah pernah lihat cara Bunda bikin dulu itu.” ya ya ya.. Semoga ini jadi bibit latihan kemandirian dia untuk memenuhi keinginan perutnya, sehingga kelak hidup dia jadi lebih produktif & tidak konsumtif, meskipun dia seorang laki-laki, karena kelak dia harus memenuhi kebutuhan sendiri, terutama untuk urusan perutnya sendiri.
THIS WEEK’S
TOP STORIES

Popcorn 2.png

Antara Pop Corn & Berbagi

Pluk pluk pluk,. Dan suara butiran-butiran jagung itu memecah kesunyian, menandakan jagung mentah telah berubah menjadi popcorn dengan kelopak putih seperti bunga, plus wangi mentega yang menggoda.  Untuk mengukur supaya popcorn tidak gosong & tidak mentah saat dibuka, saya memberikan alat Timer kepada Ayman dengan disetting 2 menit ala count down timer. Dari aktifitas ini Ayman belajar berproses, selain step by step juga merasakan mentega dengan rasa asin & gurih, asah penciuman wangi masakan, perubahan benda, sifat api yang panas & berbahaya jika tidak berhati-hati, mentransfer benda padat, & tentunya sabar menunggu hasilnya.
Satu Hal yang membuat saya terharu selain daya juang Ayman saat membuat pop Corn ini adalah moment Wow yang saya lihat saat Ayman tiba-tiba memberikan sepiring popCorn kepada Bibiknya, tanpa ada yang memberi komando. “Ini untuk Bibik ya,. Aku berbagi makanan untuk Bibik, makan ya Bik,. ini aku yang bikin Lho,.!” So Sweet banget,. Dia bisa menunjukkan kasih sayang kepada Bibik yang sehari-hari menjaganya saat orang tuanya bekerja mencari nafkah keluarga.

Learning with Poster & CD Interactive

Menurut Penelitian, anak usia dini hanya bisa berkonsentrasi maksimal 20 menit dalam melakukan aktifitas belajar dengan media apapun, ini tantangan bagi kami untuk memberikan alternatif media belajar yang bermacam-macam. Salah satunya dengan menyediakan Poster yang warna warni.  Kami tidak menempel poster di dinding dengan lem atau selotif, karena selain akan merusak dinding tembok, didnding akan penuh dengan tenpelan poster & menjadi tidak sedap dipandang mata. Karenanya, poster-poster Ayman kami beri tali untuk bisa dicantolin ke satu paku bear saja, sehingga Ayman akan mudah mengambilnya saat memlih poster untuk dia pelajari isinya.
Pada hakekatnya anak-anak juga suka mengulang-ulang, jadi meski itu poster sudah dikenalkan sejak bayi, Ayman masih saja suka mengulang-ulang & mengambil poster yang sama. Saya Takjub dengan kemampuan bahasa inggrisnya yang dia dapat sendiri dari televisi asing yang hanya menyiarkan film kartun dalam bahasa Inggris​.
Sehabis Belajar dengan poster, Ayman saya ajak untuk Belajar dengan Buku Muhammad Teladanku. Namun dia lebih memilih CD interaktif yang merupakan bagian dari paket Buku itu. Ada Games & video yang berkaitan dengan isi paket Buku Muhammad Teladanku. Dari aktifitas ini, saya & suami dapat memberikan kisah-kisah terkait Games yang dia mainkan. Selain asah pengetahuan & Value Dari Shiroh Nabawiyah, juga asah kreatifitas seperti mewarnai gambar di layar Laptop. Ada juga games puzzle /jig saw Yang bisa mengasah bagaimana dia bisa cari solusi problem solving, mengasah kognitif dengan Games gambar & icon yg Matching. Kami pun memberi aprésiasi saat dia bisa menyelesaikan Games dengan pujian & tepuk tangan yg meriah.
Kegembiraan di hari Selasa saat Libur Kerja benar-benar kami rasakan. Ayman pun mengungkapkan perasaannya kalau hatinya senang karena Ayah Bundanya menemani dia bermain & Belajar di rumah seharian. Melihat matanya yang berbinar-binar, menjadi Cahaya yg menerangi Rumah mungil kami.


Rumahku Syurgaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar