Kamis, 25 Oktober 2018

Family Project Day #3

FamilyProject ~ Bunda Sayang Level 3

Membangun Kultur Ilmu

Merapikan Alat Permainan Edukatif & Mini Library

By Siti Munawaroh on 26 March 2017, Day # 3
Buku adalah jendela dunia. Kalimat itu dulu sangat sering kita dengar. Namun di era digital sekarang ini, idiom itu seolah sudah makin tak dikenal oleh generasi saat ini. Maraknya gadget membuat banyak orang menjadi visual laziness  & kurang minat membaca buku, terutama bagi remaja & anak-anak. Mereka lebih suka berselancar di dunia maya dengan gadget yang bisa menampilkan apa saja yang ingin diketahui & dipelajari. Terlebih dengan search engine yang fiturnya makin canggih ditambah short cut aplikasi di Smart Phone yang sangat mudah, tinggal sentuh pakai ujung jari saja, dunia maya terbentang luas bak life in hand. Selain dunia maya yang penuh warna, saat ini Gadget juga bisa menyajikan pertunjukan yang Live dan bisa diakses dari belahan dunia manapun, tanpa batas selama ada akses internet dengan teknologi yang makin hari makin canggih & mengagumkan.
Tantangan berat bagi orang tua saat ini untuk dapat mengalihkan anak-anak usia dini dari kecanduan terhadap gadget yang akan berpengaruh terhadap perkembangan otak dan jiwa anak-anak. Orang tua musti kreatif untuk mengalihkan & mensubstitusi ketergantungan pada gadget yang sudah menjamur di masyarakat. Salah satu upaya kami untuk menjawab tantangan ini adalah dengan menyediakan media bermain dan belajar di rumah dengan alat permainan edukatif dan perpustakaan anak dengan buku-buku yang berbobot & menarik.
THIS WEEK’S
TOP STORIES
family Project 3.png

Alat Permainan Edukatif

Fitrah anak-anak sejak lahir harus dikembangkan dengan memberikan stimulasi yang dapat meningkatkan perkembangannya, dari sisi kognitif, afektif & psikomotorik. Dunia anak adalah dunia bermain. Masa-masa usia 0-6 tahun, saat absorbent mind berfungsi optimal, harus diberikan treatment yang tepat untuk merangsang semua inderanya. Salah satu yang bisa dijadikan media untuk menstimulasi anak adalah dengan alat permainan edukatif dan mainan yang aman bagi anak-anak.
Ayman, anak saya sejak lahir sudah mengumpulkan mainan yang bermacam-macam, sehingga makin lama koleksi mainannya makin menggunung. Kami kesulitan untuk menata semua mainannya, karena tak boleh ada yg yang disimpan di gudang karena dia masih ingin memainkannya. Family Project kali ini adalah merapikan mainan & alat permainan edukatif supaya tidak berceceran dimana saja. Dia dengan senang hati membantu kami memilah mainan sesuai jenisnya dan memasukkan ke dalam kantong-kantong plastik yang sudah disediakan. Semua kantong dimasukkan ke dalam box container sehingga terlihat rapi. Dia pun suka dengan hasil jerih payahnya, dibantu Bibik asisten rumah tangga kami.
Sambil memilah-milah, dia mengidentifikasi jenis-jenis mainannya, sambil saya kasih berbagai pertanyaan & dia berceloteh panjang tentang bentuk, warna juga menjelaskan nama-nama semua alat transportasi koleksinya, bahkan nama mereka di film kartun dia hafal semua. Dari aktifitas ini dia juga belajar menyayangi barang miliknya, belajar fungsi-fungsi berbagai alat transportasi, terutama menanamkan jiwa kepahlawanan dengan rescue vehicle yang siap siaga menolong sesama dalam berbagai bentuk karakter dan melatih daya juang Ayman dalam membantu merapikan mainannya sendiri.

family Project 4.png

Mini Library

Sejak Bayi, Ayman sudah saya kenalkan dengan buku. Bahkan sejak dalam kandungan dia sering saya bacakan buku. Karena itu dia sangat suka belajar dengan buku-bukunya tanpa menyobek & menjaganya tetap dalam kondisi bagus. Saya mengajarkan cara membuka buku dengan hati-hati sekaligus saya sertakan insight bahwa “buku itu benda yang bagus & mahal nilainya, jadi tidak boleh sobek, kalau sobek nanti akan jelek dan tidak bisa dipakai untuk belajar”. Dia juga faham kalau kita harus belajar supaya pintar.
Jadi, Selain Alat Permainan Edukatif, Ayman pun semangat untuk merapikan lagi mini librarynya. Maka project selanjutnya dia membantu merapikan buku-buku yang masih tercecer diruangan yang lain. Dia pula yang membantu memilah kertas-kertas yang tidak terpakai & dengan inisiatif sendiri membuangnya ke tempat sampah.  
Upaya kami memiliki Mini Library di rumah adalah untuk membangun kultur ilmu atau budaya intelektual sedari kecil. Kami ingin mengajak Ayman untuk terbiasa menjawab rasa ingin tahu nya dengan ilmu yang punya sumber yang benar & mencintai ilmu dengan buku. Rak buku sengaja kami rakit pendek supaya dia bisa dengan mudah mengambil dan mempelajarinya. Karena belum bisa membaca, dia pasti akan minta dibacakan oleh ayah Bunda atau Bibik jika kami sedang beraktifitas di luar rumah.


Rumahku Surgaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar