FamilyProject ~ Bunda Sayang level 3
Pasang Telinganya,& Nikmati Keheningan pagi
Asah Sensory, Asah psikomotorik halus & Afektif & Kognitif 
by SitiMunawaroh on 7 April 2017, day #12
Belajar Mendengarkan Simponi Alam
Keheningan & Ketenangan Pagi hari menjelang Shubuh itu sangat Syahdu. Ditambah suara bacaan Tahrim dari Musholla & Masjid dekat rumah, rasanya makin Membuat saya terpekur dalam ketenangan jiwa. Telinga saya sudah terbiasa mendengar Tahrim sedari kecil karena rumah kami di kampung halaman juga dekat dengan masjid & sangat kental dengan Tradisi membangunkan umat Islam melalui bacaan Tahrim, mulai dari 15-30 menit sebelum Adzan Shubuh berkumandang.
Saya mendapatkan ilmu tentang treatment Indera pendengaran pada organ telinga anak saat usia 0-6 tahun, dimana Absorbent Mind nya sedang tumbuh Optimal. Menurut pakar Islamic montessori, Bu Nur Chasanah,. Anak-anak yang terbiasa diajak untuk merasakan Keheningan & ketenangan dipagi hari, saat sebelum Fajar menyingsing, dia akan terlatih untuk mempunyai kepekaan telinga yang bagus & mudah mendapatkan intuisi, kelak saat dia dewasa nanti.
Ayman, anak kami pun ingin saya treatment untuk mengasah kepekaan dalam keheningan & ketenangan dipagi hari. Pagi ini dia bangun sebelum Shubuh, lantas dia ikut kami jamaah di Musholla depan rumah. Saat kami buka pintu, udara pagi yg segar menembus pintu rumah kami, saya pun berseru, Hhhmmm, Sejuk sekali ya, coba rasakan udara pagi-pagi begini. Diapun mengangguk saja karena masih mengantuk. Diiringi suara kicauan burung memecah Keheningan pagi, kami berjalan ke Musholla. Usai Sholat Shubuh, setelah sampai di rumah kembali, Ayman Langsung minta dibuatkan tèh manis hangat seperti biasa. Saya belum bisa langsung mengajak dia untuk diam duduk di bangku balai2 teras rumah sambil hirup udara pagi, karena dia kalau sudah punya keinginan yg lain, tidak bisa fokus lama.
Sambil minum teh, saya ajak untuk mendengar suara binatang Pagi hari, kebetulan tetangga sebelah rumah memelihara Ayam Jantan & burung Nuri. Pintu pun dibuka lebar2 sehingga udara jadi sejuk. Ayman malah sibuk menuang susu UHT cair kedalam cangkir teh dia & kopi saya. Dia sudah lumayan mahir mentransfer benda cair, hanya tumpah sedikit saja, sembari berujar “Aku sisain 1 kotak susu ini untuk Bunda lho.. biar Bunda bisa minum kopi susu. Jadi mulai sekarang Bunda tidak usah beli-beli kopi di warung ya, karena aku sudah buatin untuk Bunda!” duh, so Sweet banget..
Alhamdulillah, dia menunjukkan rasa sayang & perhatian yang luar biasa. Mudah-mudahan ini jadi modal dia untuk selalu “tanggap ing sasmito” dengan orang lain.
THIS WEEK’S
TOP STORIES
Menggunting Tempel & merangkai Lego
Sejak ada komitmen untuk mensukseskan Family Project ini, selepas Maghrib hanya ada kegiatan riil yang dilakukan orang seisi rumah. Gadget Free on Prime Time, kecuali untuk foto saja. Maka Ayah Ayman menyiapkan majalah Mombi untuk Praktik Gunting Tempel & membiarkan Ayman memilih mainan lain jika sudah selesai mengerjakan praktiknya.
Untuk acara gunting menggunting, Ayman dalam pengawasan saya, & Bibik juga membantu merapikan hasil guntingan Ayman. Kemudian Ayman menempel sendiri sesuai dengan bagian yang harus ditempel. Dia sekaligus Belajar lagi tentang bentuk & warna-warni. Dia juga asah motorik halus, karena jari-jari ya harus bisa menempel guntingan bentuk pada bidang dengan tepat.
Tantangan selanjutnya adalah merakit mainan lego kesayangan Ayman. Dia memang senang mengotak atik mainan. Mainan lego dia punya jg, meskipun rumit, dia bisa mengganti-ganti jenis kendaraan dengan kreasi ya sendiri. Tentu saja ranah kognitif juga terasah dengan kreatif berpikir.
Rumahku Syurgaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar