Minggu, 23 Juli 2017

Matématika Logis di Festival Permainan Asli Indonésia

#Day 4

Memeriahkan Hari Anak Nasional tahun ini, Ayman & teman-temannya ikut acara Festival Permainan Asli Indonésia. Festival yang setahun sekali diadakan di Taman Mini Indonésia Indah Jakarta ini, diikuti oleh 2500 anak Sekitar Jakarta. Kami senang mengikuti Kegiatan ini, yang sekaligus bisa dijadikan ajang edukasi & mengisi waktu Gadget Free on Sunday bersama keluarga & mama2 wali murid.

Ada banyak Permainan Asli Indonésia yang dilombakan, diantaranya adalah: membuat Layang-layang, Maen Èngklèk, Gasing, Ular Naga, Lompat Tali, Egrang Bathok Kelapa, Benthik, dan Boy-Boyan. Di setiap lokasi permainan dipasang informasi tentang filosofi & cara bermain.

Ayman antusias melihat aneka permainan itu, sekaligus saya jadikan média untuk edukasi & stimulasi 'Anak suka Matématika'. Dari permainan Èngklèk dia bisa membaca angka & mengurutkan langkah2nya. Gambar pada Èngklèk terdiri atas bentuk bangun yg berbeda2​. Di Stand Layang-layang, Ayman belajar bentuk Bêlah Ketupat, kalau alas Lomba Gasing bentuknya Bujur Sangkar, Gasing nya sendiri berbentuk tabung/silinder. Egrang dari bathok atau tempurung kelapa bentuknya setengah bola dengan tali yang panjang untuk pegangan.

Selain bentuk, Ayman juga bisa Belajar konsep 'banyak & sedikit' dari kerumunan orang yg jumlah nya ribuan & menghitung jumlah teman2nya​ yang hanya sedikit. Dari Permainan ular naga, Ayman Belajar konsep panjang & pendek, Lompat Tali & Boy Boyan tentang 'tinggi & rendah'. Sering saya stimulasi dengan memberi pertanyaan-pertanyaan seperti "Wah,. Kakak makin tinggi makin kesulitan melompati tali nya yak?" Tumpukan Koin besar di permainan Boy Boyan juga Menariknya untuk melihat bagaimana tumpukan Koin Besar yang banyak & tinggi itu jadi runtuh saat dilempar bola tenis, dan disusun kembali dari rendah kê tinggi. Jaman saya kecil maennya pakai tumpukan dari pecahan genting rumah. Hehe..

Saat Belajar maen Gasing, Ayman belajar jarak jauh & dekat, juga saat lihat permainan Benthik & Boy Boyan. Seberapa kuat melempar akan semakin jauh. Dengan membandingkan postur  Besar kecil orang-orang yang berjalan & bermain sesungguhnya dia juga sedang belajar matématika Logis. Ini masih pada level dasar yg kongkret didepan mata saja. Seandainya dia sudah bisa berfikir kompleks, maka akan banyak lagi yg bisa dieksporasi dari permainan ini, seperti menghitung kecepatan, tekanan dll.



Selepas menyaksikan aneka permainan, Ayman mengajak naik Kereta Gantung. Dan ternyata di stasiun Kereta Gantung dia juga bisa Sambil belajar matématika Logis. Dia menghitung jumlah kereta yang akan beroperasi, dan menghitung calon penumpang yang sedang mengantri. Sambil mengantri saya beri pertanyaan2, ketika 1 kereta berangkat jumlah nya jadi berapa? Ketika ada 1 kereta datang jumlah nya ada berapa? & Dia menghitung dengan jari nya. Alhamdulillah,. Jadi tak bosan menunggu antrian. Kegiatan mengantri yang panjang juga bisa jadi pelajaran pemahaman waktu yang lama juga karena panjang nya antrian.

Yah begitulah, setiap Moment membersamai Anak jadi terasa berbeda jika kita bisa memberi sentuhan yang berbeda pula. Mungkin teknik nya mirip dengan acara Dora dll di tivi, namun lebih Asyik jika kita lakukan sendiri sekaligus membuat portofolio anak. Karena kita bisa Mengamatinya, melihat antusias & binar matanya yang lebih suka menghitung benda2 daripada saat dia ikut lomba Mewarnai dengan muka manyun karena tidak begitu suka. Aktivitas Ini mungkin bisa jadi média Talent Maping Sejak usia Dini, dengan pengamatan passionnya Dalam tempo yg lama & berulang.

#MathematicAroudUs
#ILoveMath




Tidak ada komentar:

Posting Komentar